SARANG LABA-LABA
Pada saat pà k dosen memberi kuliah Sosiologi Hukum, bertanyalah ià pada mahasiswà yang bernama Elisà .
Dosen : Saudari Elisà , coba utarakan seringkas mungkin kondisi penegakà n hukum di Negara kità tercinta ini…!, tanyanya;
Elisa : Bagaikan sarang laba-labà pak!!’ jawabnyà tegas;
Dosen : Maksudnya…?!
Elisa : Kalau kelas nyamuk à kan tertangkap dan tak dapat berkutik pà k!, sedang kalau kelas kumbang, wà h…, jebol pak…!!;
Dosen : Kalau kelas gagà k?!
Elisa : Tak tahu pà k…!!
Mahasiswà lainnya : HahahÃ
============================
Cara Keledai Membaca Buku
Alkisah, Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.
Tetapi Timur Lenk memberi syarat, Ajari terlebih dahulu keledai itu
membaca. Dua minggu setelah sekarang, datanglah kembali kemari, dan kita
lihat apa yang akan terjadi.
Nasrudin berlalu, sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang
akan diperbuat. Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan
menerima hadiah, namun jika tidak, hukuman pasti akan ditimpakan
kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur
Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktekkan
apa yang telah ia lakukan. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap
ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib!! Tak lama kemudian Si Keledai
mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi
lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin
seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
Demikianlah, kata Nasrudin, Keledaiku sudah membaca semua lembar
bukunya. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan mulai
menginterogasi, Bagaimana caramu mengajari dia membaca ...?
Nasrudin berkisah, Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran
besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai
itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji
itu, kalu tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman
berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik - balik
halaman buku itu.
Tapi, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya? tukas Timur Lenk.
Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya
membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.
Jadi kalau kita juga membuka - buka buku tanpa mengerti isinya, berarti
kita sebodoh keledai, bukan? kata Nashrudin dengan mimik serius. hehehe.
===========================
- See more at: http://blogger-apik1.blogspot.co.id/2015/01/kumpulan-teks-anekdot-lucu-tema.html#sthash.OA68dMPQ.dpuf
SARANG LABA-LABA
Pada saat pà k dosen memberi kuliah Sosiologi Hukum, bertanyalah ià pada mahasiswà yang bernama Elisà .
Dosen : Saudari Elisà , coba utarakan seringkas mungkin kondisi penegakà n hukum di Negara kità tercinta ini…!, tanyanya;
Elisa : Bagaikan sarang laba-labà pak!!’ jawabnyà tegas;
Dosen : Maksudnya…?!
Elisa : Kalau kelas nyamuk à kan tertangkap dan tak dapat berkutik pà k!, sedang kalau kelas kumbang, wà h…, jebol pak…!!;
Dosen : Kalau kelas gagà k?!
Elisa : Tak tahu pà k…!!
Mahasiswà lainnya : HahahÃ
============================
Cara Keledai Membaca Buku
Alkisah, Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.
Tetapi Timur Lenk memberi syarat, Ajari terlebih dahulu keledai itu
membaca. Dua minggu setelah sekarang, datanglah kembali kemari, dan kita
lihat apa yang akan terjadi.
Nasrudin berlalu, sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang
akan diperbuat. Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan
menerima hadiah, namun jika tidak, hukuman pasti akan ditimpakan
kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur
Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktekkan
apa yang telah ia lakukan. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap
ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib!! Tak lama kemudian Si Keledai
mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi
lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin
seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
Demikianlah, kata Nasrudin, Keledaiku sudah membaca semua lembar
bukunya. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan mulai
menginterogasi, Bagaimana caramu mengajari dia membaca ...?
Nasrudin berkisah, Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran
besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai
itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji
itu, kalu tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman
berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik - balik
halaman buku itu.
Tapi, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya? tukas Timur Lenk.
Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya
membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.
Jadi kalau kita juga membuka - buka buku tanpa mengerti isinya, berarti
kita sebodoh keledai, bukan? kata Nashrudin dengan mimik serius. hehehe.
===========================
- See more at: http://blogger-apik1.blogspot.co.id/2015/01/kumpulan-teks-anekdot-lucu-tema.html#sthash.OA68dMPQ.dpuf
SARANG LABA-LABA
Pada saat pà k dosen memberi kuliah Sosiologi Hukum, bertanyalah ià pada mahasiswà yang bernama Elisà .
Dosen : Saudari Elisà , coba utarakan seringkas mungkin kondisi penegakà n hukum di Negara kità tercinta ini…!, tanyanya;
Elisa : Bagaikan sarang laba-labà pak!!’ jawabnyà tegas;
Dosen : Maksudnya…?!
Elisa : Kalau kelas nyamuk à kan tertangkap dan tak dapat berkutik pà k!, sedang kalau kelas kumbang, wà h…, jebol pak…!!;
Dosen : Kalau kelas gagà k?!
Elisa : Tak tahu pà k…!!
Mahasiswà lainnya : HahahÃ
============================
Cara Keledai Membaca Buku
Alkisah, Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.
Tetapi Timur Lenk memberi syarat, Ajari terlebih dahulu keledai itu
membaca. Dua minggu setelah sekarang, datanglah kembali kemari, dan kita
lihat apa yang akan terjadi.
Nasrudin berlalu, sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang
akan diperbuat. Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan
menerima hadiah, namun jika tidak, hukuman pasti akan ditimpakan
kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur
Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktekkan
apa yang telah ia lakukan. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap
ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib!! Tak lama kemudian Si Keledai
mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi
lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin
seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
Demikianlah, kata Nasrudin, Keledaiku sudah membaca semua lembar
bukunya. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan mulai
menginterogasi, Bagaimana caramu mengajari dia membaca ...?
Nasrudin berkisah, Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran
besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai
itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji
itu, kalu tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman
berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik - balik
halaman buku itu.
Tapi, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya? tukas Timur Lenk.
Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya
membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.
Jadi kalau kita juga membuka - buka buku tanpa mengerti isinya, berarti
kita sebodoh keledai, bukan? kata Nashrudin dengan mimik serius. hehehe.
===========================
- See more at: http://blogger-apik1.blogspot.co.id/2015/01/kumpulan-teks-anekdot-lucu-tema.html#sthash.OA68dMPQ.dpuf
0 Komentar untuk "sarang laba laba"